Trend Bertanam Akan Turun Setelah Pandemi?

  • Share

Banyak orang memulai bertanam karena kondisi pandemi COVID-19 mengharuskan kita bekerja di rumah sehingga memiliki banyak waktu di rumah. Sialnya selama ini rumah kita sudah lama tidak terurus dengan baik karena hanya dipakai untuk tidur. Sebagian besar waktu ada di tempat kerja. Dari sini mulai muncullah satu kegiatan yang bisa mempercantik rumah, produktif dan mengisi kegiatan agar terhindar dari stres karena terlalu sering di rumah.

Data dari Infarm menunjukkan penanam pemula didominasi oleh ibu ibu muda yang baru menikah atau punya anak yang masih kecil. Berbanding terbalik dengan logika bahwa harusnya orang yang paling luang yang berkebun, yaitu di usia pensiun atau anak anak yang belum bekerja. Justru semakin sibuk profesi akan semakin membuat orang tertarik berkebun, mulai dari sayuran hingga buah buahan.

Jadi benar pandemi ini sudah menjadi “Gong” orang memulai bertanam, memacu semua kalangan untuk mencoba bertanam. Sebanyak 95 persen dari ribuan peserta grup komunitas Infarm bahkan belum pernah bertanam sama sekali seumur hidupnya. Mereka ada yang berprofesi guru, dokter, pegawai kantoran hingga satpam juga ikut bertanam. Antusiasme ini menunjukkan bahwa bertanam menjadi solusi utama untuk kehidupan.

Jadi bagaimana trend bertanam akan bisa bertahan terus sampai setelah pandemi? Setidaknya ada 3 hal yang akan membuat kita akan terus bertanam, yaitu niat, first impression, dan komunitas. Niat atau motivasi berkebun perlu dibentuk sejak kita awal berkebun. Kalau kita adalah orang sosial yang suka berbagi, maka niatkan untuk menjadi pembagi sayuran dan buah buahan untuk sekitarmu. Jika kamu suka berkegiatan di pagi hari, maka bertanam bisa menjadi pembakar kalori yang efektif dengan menyiram, menanam, memangkas, dan segala hal yang bisa kita lakukan di kebun.

First Impression atau kesan pertama yang terbentuk secara otomatis ketika mulai bertanam, adalah tumbuh atau tidaknya tanaman, bagus dan jeleknya hasil panen atau bertanamnya. Hal-hal itu yang akan membentuk kesan si penanam, untuk  menilai seberapa mudah dan seberapa asyik bertanam. Jika baik di awal, maka segala masalah di depan akan terkesan positif, begitu sebaliknya. Maka setiap orang yang memulai bertanam haruslah punya pendamping yang bisa mengajarkan.

Komunitas menjadi sangat penting untuk mempertahankan animo bertanam. Mereka yang sudah sehobi akan saling bertukar ilmu dan bertukar pendapat, saling berkenalan dan bercanda. Bahasan mereka akan seputar bertanam yang bermacam macam. Nah dengan masuk ke dalam komunitas, tiap hari informasi yang masuk akan tentang bertanam dan bertanam, membuat kita akan merasa aneh kalau tidak bertanam. Masalah-masalah yang kita dapatkan saat bertanam juga akan terselesaikan jika ditanyakan ke komunitas.

Nah turun atau tidaknya trend bertanam, tergantung kamu semua loh. Yuk berkebun di rumah!

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *